UIN Ar-Raniry akan Gelar Konferensi Internasional Membahas Peradaban Islam

UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan menggelar konferensi internasional Ar-Raniry The 1st International Conference on Islamic Studies (ARICIS I), di kampus Universitas Islam Negeri ini, 26-27 Oktober 2016.

ARICIS I mengusung tema, “Rethinking Islamic Civilization: Reawakening Muslim Social Ethics, Intellectual and Spiritual Tradition.” Yaitu, suatu perhelatan ilmiah yang akan membahas tentang peradaban Islam dalam kebangkitan etika sosial umat Islam, serta intelektual, dan tradisi spiritual.

Prof. Dr. Eka Sri Mulyani, M.A., ketua panitia konferensi internasional ini mengatakan, kajian tentang peradaban Islam menjadi sangat penting untuk dibahas. “Karena peradaban Islam saat ini berada dalam keadaan terancam baik dari dalam maupun dari luar,” ujarnya melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Kamis, 20 Oktober 2016.

Ia menyebut kondisi ini beda dengan era kejayaan Islam di mana banyak lahir para pemikir dan ulama Islam. Saat yang sama mereka juga merupakan pakar di bidang kedokteran, matematika, ekonomi, hingga astronomi.

“Untuk itu tema ARICIS pertama ini menjadi sangat spesifik, karena juga akan memadukan hasil kajian atau penelitian terbaru dengan pendekatan integratif, berupa kajian Islam dengan ilmu pengetahuan, Islam dengan psikologi, sosial, politik, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan” kata Eka Sri Mulyani.

Menurut Eka, konferensi bertaraf internasional ini ingin menunjukkan peran serta kalangan kampus dalam menjawab permasalahan di dalam masyarakat. Juga merupakan serangkaian prosesi hari ulang tahun atau dies natalis ke 53 UIN Ar-Raniry.

“Kami mengharapkan diskusi, kajian, dan karya ilmiah yang lahir dalam konferensi ini mampu menggairahkan kembali etika sosial, tradisi intelektual dan spiritual yang pernah mengalami masa jayanya,” ujarnya.

Dr. Anton Widyanto, sekretaris  ARICIS I, menjelaskan, “silaturahmi” para ahli dan akademisi Islam ini bertujuan menghidupkan kembali budaya akademik di UIN Ar-Raniry. Ikut melibatkan para mahasiswa agar mereka dapat belajar dari pengalaman pada acara berskala internasional ini.

Di antara ahli dan pakar Islam yang sudah berkomitmen untuk menghadiri acara ini adalah Prof. Sher Banu A. L., dari National University of Singapore, Prof. Karim Dougla Crow dari The International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), Mohammad Abdelhay Ahmad Owaina dari Mesir, Dr. Fadhlullah Wilmod dari Inggris.[](rel)

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Sumber: PORTAL SATU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *